pelangi di Sykirtilia
ini adalah planet sykirtilia
hari ini akan kuberitahukan sebuah kisah padamu
(sebenarnya rahasia, tapi mulutku gatal untuk menceritakannya- aku agak nakal hehe)
Raja baru di planet ini terpilih, Akramedius SankxaMtious . ia adalah putra mahkota Baginda Raja Kutrakhmergala AnkxaRaTious. Ia menggantikan Baginda Raja, karena baginda Raja mengidap penyakit uRlustuiosy (namanya aneh, dan menurut cerita itu adalah penyakit yang cukup serius di masa itu)
Raja Akramedius SankxaMtious cukup tampan, setidaknya menurut cerita ibuku. Ketika ia kecil dulu (ibuku), Raja sangat disukai gadis-gadis. Ketika itu, Dia muncul sebagai Raja baru yang sangat baik dan mencintai anak-anak.
Aku juga suka padanya.(kalau sekarang sih dia sudah tua
)
Kembali ke ceritaku,
di masa itu,
Anak-anak di planet ini bermuka pucat,. Kulitnya putih pucat seperti lobak yang terendam air berhari-hari. Putih – pucat- dan tentunya tidak enak dilihat. hiiiiiiiii
Ini karena mereka jarang keluar rumah.jarang terkena udara , matahari dan juga angin pagi hari yang sepoi-sepoi. wuiiihhhhhhh
Mereka bangun tidur, bangun, berangkat ke sekolah (tidak berjalan kaki tapi menggunakan kendaraan karena takut membuang waktu), pulang sekolah, tambahan belajar di gedung khusus bernama kbushanksa (tempat mereka bertanya pada sang ahli tentang pelajaran yang mereka tidak tahu – ini program pemerintah), dan malamnya mereka akan langsung tidur karena lelah. Seperti itu terus setiap harinya
Dan raja baru di planet ini tidak menyukainya, (Dia memang KEREN)
Raja tahu, beberapa abad silam, anak-anak diplanet ini tidak bermuka pucat dan berwajah serius seperti kala itu.
Ia merasa harus berbuat sesuatu untuk menjadikan anak-anak ini mau keluar rumah, ia tahu udara luar sangat baik untuk mengurangi kepucatan mereka.
Selanjutnya,
Menurut kisah dan rumor yang beredar,
Raja berdoa pada Penguasa Langit untuk membantunya.
Di suatu hari (kenapa ya orang-orang suka mengawali cerita dengan kalimat ini ..heran), dengan bangga hati raja mengundang seluruh anak-anak ke sebuah lapangan yang sangat luas (sangat susah sekali sebenarnya mengundang anak-anak di planet ini karena hari itu bukan hari libur, tetapi ini kan perintah raja)
Pagi itu tepat pukul 7.00 pagi, ditengah-tengah lapangan Klourtam ( ini nama lapangan luas itu).
Anak –anak itu diminta Raja untuk bersama-sama melihat ke langit.
Langit itu tidak begitu cerah ataupun gelap. Biasa saja. Berwarna biru pucat. Semua mata anak-anak melihat keatas. Menatap.
Dan Tiba-tiba. Perlahan, muncul sesuatu
Sesuatu muncul dan makin lama makin jelas.
Itu bukan awan. Bentuknya seperti setengah lingkaran yang membentang dan seperti membelah langit. Tidak . itu seperti jembatan. Apapun lah. Yang paling menarik adalah
WARNAnya ,
Ia berwarna-warni.
merah – jingga- kuning- hijau – biru- nila - dan ungu.
Raja berkata dengan setengah berteriak “ hai, anak-anak yang kucintai. Ini hadiah untuk kalian, (mata anak-anak masih menatap ke atas. Takjub). Namanya Pelangi. Kalian akan bisa melihatnya di setiap hari senin pagi, di waktu yang sama dengan hari ini. Tataplah dan rasakan keindahannya. Maknai apapun yang kalian rasakan. Selamat bermimpi, anak-anakku”
tepuk tangan pun bergemuruh di lapangan itu. Seluruh anak-anak. Tersenyum bahagia. Dan itu untuk pertama kalinya mereka menyukai dan mau berda di luar gedung. Di alam seadanya. Dan kulit mereka pun beradu dengan udara dan alam.
Ya Cantik sekali ,
seperti ucapan Raja, Pelangi datang setiap hari Senin pagi
(aku sungguh tidak tahu alasannya).
Anak-anak di planet ini sangat menyukainya
Sampai-sampai membuat hari melihat pelangi,
untuk itu , agar anak-anak tetap tidak membolos sekolah tetapi tetap dapat melihat pelangi, sekolah membuat sebuah kebijakan untuk mengadakan semacam kegiatan upacara setiap hari senin dan itu wajib, di pagi hari tepat di mulai jam 7.
Pelangi , Benar-benar menakjubkan.
Baiklah, kalian tentu bisa melihat dan menebak perubahan yang terjadi,
anak-anak di planet ini tidak bermuka pucat LAGI!!. Raja pun senang.
Dan ternyata ada sebuah efek positif yang tidak di duga sebelumnya.
Pelangi ternyata membuat anak-anak bisa bermimpi (wow). Ini keren. Mereka menjadi anak-anak yang sepertinya memiliki mimpi setinggi gunung Kersta (gunung tertinggi di Sykirtilia). Baru tahulah seluruh penghuni planet ini bahwa bermimpi itu tidak hanya bisa dilakukan ketika kita tidur, tetapi saat terjaga pun mampu. Pelangi menyadarkan mereka.
TETAPI
Lambat laun terjadi sebuah pergeseran,
Entah mengapa adanya pelangi ini membuat masalah sosial di planetku.
Produksi menurun, surat-surat terlambat datang, rumah sakit tutup di hari senin, dan masih banyak lagi.
Kenapa?
Simple tapi juga aneh
Orang-orang dewasa ternyata juga ikut menikmati pelangi di hari senin,
Di setiap hari senin pagi , mereka membengkalaikan pekerjaan mereka.
Mereka meninggalkan pekerjaan mereka, dan bersama-sama pergi melihat pelangi dari tempat-tempat yang di sukai.
Raja Akramedius SankxaMtious melihat bahwa ini akan bisa membawa kehancuran bagi planet ini.
Sebagaimana diketahui, sykirtilia memang dikenal sebagai planet pekerja keras dan kehidupan di planet ini sangat teratur. Keterlambatan sedikit saja bisa mengakibatkan hal besar, dan mengerikan.
Akhirnya diketahuilah,
‘menurut berita-berita yang gencar berada di media elektroinok kami kala itu, Televistanio. Orang –orang dewasa ini terkena “ chilidraune evectanus synrdauma” yaitu, mereka ingin kembali ke masa kecil.
Sebabnya, ketika mereka kecil, mereka hanya melakukan aktivitas yang disuruh orangtua mereka, belajar dan sekolah serta tidur siang, mereka harus belajar dan mendapat nilai baik agar mereka bisa bekerja dengan baik ketika dewasa. Mereka belum pernah melihat benda seindah pelangi, belum pernah merasakan perasaan yang berwarna-warni ketika melihatnya. Bisa berpikir, menghayal, bermimpi ( wow, ini adalah salah satu hal yang belum pernah terjadi. Bermimpi ketika mereka tidak tidur). Sehingga pekerjaan mereka pun terasa tidak penting lagi. Dan ikut menikmati pelangi di senin pagi
Tetapi ini tidak boleh terjadi,
Raja akhirnya memutuskan untuk meminta pada Penguasa Langit untuk menghilangkan pelangi di senin pagi.
Menyedihkan.
Seluruh planet seperti berkabung.
Antara sedih, tetapi tahu bahwa Raja mereka sudah berusaha memberikan jalan terbaik untuk planet ini.
Sampai akhirnya semua sadar,
Mimpi bukan hanya milik anak-anak, petani, guru, pekerja bangunan, presiden ataupun pelayan restoran, tetapi milik semua.
Dan kita memang perlu bermimpi, memiliki mimpi dan menjaga mimpi.Agar dapat menikmati segala hal di dunia ini dengan lebih baik
walau sekarang semua orang di sykirtilia bisa bermimpi, mereka tetap sedih. Karena benda awal yang menyadarkan mereka akan indah dan pentingnya bermimpi sudah tidak ada.si PELANGI
Sudah terlanjur,
Mereka sudah terlanjur memutuskan janji untuk menghilangkan pelangi setiap hari senin.
Melihat kesedihan , penguasa langit yang Maha Baik,memberi hadiah istimewa, yaitu mereka akan bisa melihat pelangi lagi, tetapi tidak setiap hari senin. Melainkan sewaktu-waktu. Yaitu ketika sehabis hujan. Hujan adalah lambang kesuburan, dan akan muncul pelangi sewaktu-waktu sehabis hujan. Untuk mengingatkan mereka akan mimpi yang harus terus ada dan juga harapan.
Karena itu, ketika hujan datang, walaupun hujan itu basah. Disetiap sudut kota, dapat dilihat anak-anak mengintip dari jendela, orang-orang dewasa duduk di teras rumah, atau dimanapun. Menyempatkan diri melihat ke langit. mereka berharap sehabis itu akan muncul pelangi.
——————————————————————–
ini bonus untuk kalian yang tetap mendengarkan,
ini masih di Sykirtilia
Seorang wanita tengah baya, Lolyana Geraluipaeus. Seorang pembuat candya (permen) tengah tersenyum bahagia di dapur permennya yang luar biasa penuh permen.heheee.
Kalian tahu?
Mengapa ia bahagia? tunggu
ia berlari sambil berteriak keluar rumah.
Memanggil anaknya, saudaranya, tetangganya.
Semua berkumpul terheran-heran melihat si pembuat permen ini bertingkah seperti itu.
Selanjutnya masih dengan tersenyum bahagia, ia membagi-bagikan sesuatu kepada mereka semua. Sesuatu yang membuatnya berkutat selama berminggu di dapur permennya.
Ketika melihatnya , seketika semua orang ikut tersenyum bahagia.
mereka tersenyum melihat permen buatan Lolyana
Lolypapous, permen pelangi.
(dan sekarang aku sering menyebutnya lolipop- lebih mudah diucapkan ^^)
Lolyana ingin membuat sebuah permen pelangi dengan bentuk yang sama persis, tetapi ternyata sulit dan susah untuk digabung dengan stik nya. Sehingga ia punya ide menggulungnya. Ternyata tetap cantik tanpa menghilangkan kesan pelanginya.
Hmmmm…merah- jingga- kuning- hijau-biru-nila –ungu
Terimakasih Lolyana, untuk permennya yang akan selalu mengingatkan kami untuk tidak lupa bermimpi dan memiliki harapan.
DAGADU – MATAMU
Ketika itu , hampir sebelum saya mengambil gagang pintung ruangan bernomor 205, saya ditakdirkan bertemu seseorang, seseorang yang tak lain tak bukan adalah si Bapak Pengajaran (sebut saja namanya Bapak Berkumis yang Budiman).
Tiba-tiba di bapak berkumis yang budiman(BPyB) itu memanggil saya : Qha!!!
Saya : “ IYA , Pak berkumis nan budiman?”
BPyB : “ Qha, kayaknya tak liat ada yang beda dari kamu?”
Saya : “ Oh ya, Pak” .menjawab dengan sedikit setengah hati coz merasa ini percakapan yang sedikit harus dihindari ketika kita jelas-jelas sudah telat kuliah. Tetapi saya lanjutkan “ beda gimana , Pak?”
BPyB : “Apa ya?”
Tiba-tiba entah dari mana datangnya ternyata saya baru sadar bahwa bukan hanya si BPyB itu yang mengamati saya dari ujung bawah ke ujung atas. Di sampingnya ada seorang makhluk juga yang saya kenal (pastinya) tetapi saya benar-benar lupa ketika menulis postingan ini. Im sorry, my pal;p. Bahkan jenis kelaminnya pun saya lupa. Berjilbab? Tidak berjilbab? Berkumis? Gonrong? Ahhhh entahlah. beneeran lupa saya.
Sebut saja dia Teman yang Saya Kenal tetapi Lupa (TySKtL)
Saya : “ Apa ya , Pak?” entah kenapa saya malah jadi tertarik untuk tau apa dan tidak memikirkan ketelatan saya (biasanya jg ga pernah mikirin si;) )
BPyB : “ kurusan”
Saya : oh,girls. Itu harusnya jawaban yang selalu ingin didengar para gadis-gadis normal, dan saya rasa saya normal. Tapi ntuk hari ini saya harus mengakui bahwa itu pasti……
TySKtL: “ bukan, pak. Qhachan malah tambah gemukan”
Hmmm… sial , teman saya itu memotong pikiran saya. Ok tadi saya pun bermaksud bilang “pastibukan itu bedanya”. Yah karena kenyataannya dalam beberapa minggu ini saya memang naik 2 kilo. Ok ga penting. Yang penting saya mau tau apa yang beda pada saya. Dan kembali bertanya.
Saya : “ apa Pak kira2?”
BPyB : “ hmmm. Saya tau , Qha. Mukamu beda. Aneh. Terlihat kayak…..”
Saya : “….orang stress ya, Pak”, saya memotongnya
BPyB : “ Nah iya, kamu kliatan kayak orang banyak pikiran, ga seperti biasa.”
TySKtL: “Iya , benar Pak”. Si teman tak teringat itu tiba-tiba nimbrung lagi dan perannya pun cuma sampe sini karena setelah mengucapkan kata-kata terakhirnya ia pun ngeloyor pergi. menghilang, menjauhhhh, (horeeee)
Saya : “ hmmm..iya pak saya emang lagi sakit fisik dan mental” (orang yang kuliah psikologi diajarkan untuk tidak malu untuk mengungkapkan kondisi psikologis mereka, karena sakit mental (menurut saya) ≠ sakit jiwa.
TAPI, Please… jangan membayangkan kami berjalan-jalan di gedung kuliah dan berteriak-teriak “ Saya Sakit Mental, lho!!” atau semacamnya. Ya belum sampai se ekstrim itu. (bukankah begitu teman-teman psikologi?)
-baiklah saya cepatkan ceritanya, setelah menyudahi pembicaraan dengan BPyB dan pertemuan singkat dengan TySKtL. Saya masuk kuliah dan merasa bodoh karena ternyata kuliah kosong dan saya hanya menjumpai seonggok bangku-bangku serta meja yang juga melihat saya dengan tatapan kosong. Saya sempat merasa mereka (si bangku dan benda2 di kleas kosong lainnya) juga berkata “ qha, kayaknya kok ada yang beda ya dari kamu”. Untuk menghindari fakta yang sama dengan tadi , saya segera kabur dari kelas itu dan berjalan menuju. WC emmm toilet wanita maksudnya.
disebuah toilet wanita…
Oke, sudah hampir 5 menit saya lihat-lihatan dengan seseorang yang harusnya berwajah cukup cantik dan enak dilihat tapi pada kenyataannya saaat itu saya hampir-hampir tidak mengenalinyaaaaaaa….
Ow..ow…siapa dia???.
Saya lihat satu-satu.
Pipi-nya?
Oke, dia masih menempel dengan mantabnya dan seakan – akan berkata “say no to TIRUS, honey”
Mulut?
Masih jauh dari bibir dower nan seksi, ataupun tipis melipis. Alias masih sama.
Hidung?
Sama juga. Kata sebagian orang bagaikan jambu. Tanpa kesan imut sama sekali. Dan saya masih melihat itu.
Mata?
tidak coklat dan tidak murni hitam juga. Dengan ujung kelopak mata yang sedikit turun. Yang menurut orang-orang membuatnya menjadi orang berwajah melas. Yup, juga Sama.
Alis?
Tidak tebal, hampir mendekati tipis dan masih menyimpan memori 15 taun silam ketika dicukur dengan alat cukur kumis punya si babe( ingatlah, jangan main2 dengan alat cukur kumis, apalagi untuk cukur alis karena tumbuhnya luaamaaaa sekali)
Haaaaaa……saya bingung. Lantas apa yang beda.
Kenapa saya tidak mengenali wanita berkerudung di di depan saya?
Saya mengulangi melihat- melihat lagi , satu demi satu.
Apa yang berubah. Warna kulitnya memang memudar. Tapi rasanya bukan itu.
Berpikir, terus berpikir.
Dan yaaaaa…dengan senang dan berat hati saya tau, saya tau apa yang berbeda dan membuat saya tak mengenalinya..,
saya yakin itu,.
MATAnya
Saya tau wanita di depan saya itu punya mata yang memelas, tetapi itulah yang tadi saya lupa. Saya sangat mengenalinya lewat matanya. Hampir 15 tahun terakhir (ketika saya mulai intens berhadapan dengan yang namanya cermin) saya selalu melihatnya di pagi hari, sebelum berangkat sekolah. Matanya. Matanya selalu menatap saya. Penuh semangat. Dan sangat menyemangati. Matanya memang tidak seperti bola pingpong, tidak besar membulat seperti tokoh gadis cantik di serial cantik dan pastinya tidak seperti Mandira di My Name’s Khan (ohhh,,,her eyes is sooooo beautiful).
ataupun seperti dari 10- most- beautiful-eye-in yhe-world.
hahaaa.jauuuuuhhhhlah
Tapi buat saya, mata wanita itu selalu punya energi yang luar biasa untuk saya. Untuk sekedar tersenyum ketika saya senang , menemani saat saya sendirian, ikut mengasihi ketika saya sedih. Dan saya akan merasa lebih baik. jauh lebih baik.
Dan sekarang, saya tahu. Bahwa mata itu sudah berubah. Jangankan memberikan semangat untuk saya, bahkan untuk dirinya sendiri pun sepertinya tidak. Bagaikan heandphone yang hampir keabisan batre. Dia sedang lowbat. Ya, benar!!! Dia sedang lowbat dan butuh di charge.
Astaghfirullah,
Saya merasa sangat jahat. Itulah kesalahan saya. Ini benar murni kesalahan saya. Saya lupa men-chargenya. Saya khilaf. Selama ini terlalu asyik dengan diri saya sendiri. Saya lupa menanyakan keinginannya. Saya bahkan jarang sekali menyapanya. Tidak pernah mengucapkan selamat tidur untuknya. Saya terlalu sibuk ini-itu-ini-itu-ini-itu.
Saya akan membuatmu mengeluarkan pancaran energi postifmu lagi.
Pasti.
Saya janji.
Beberapa waktu ke depan ini akan menjadi milikmu, wahai gadis.
Sampai kamu menjadi kamu yang saya kenal.
Salam pertemanan kembali,gadis
![planet-mirip-bumi[1]](http://pojokpelangidanbintang.files.wordpress.com/2010/04/planet-mirip-bumi1.jpg?w=590)





