ini bukan tentangku, tentangmu, ataupun ilalang…
tapi tentang seseorang ,
tepatnya seorang adik laki-laki yang pernah kutemui (ditemui?) di suatu waktu di penghujung sebuah tahun ,
beberapa tahun silam….
kalian pasti pernah merasa sedih yang berlebihan,???
rasanya perut kalian seperti diremas-remas, air mata pun keluar tanpa basa-basi (dan sangat banyak),
dan disuatu tempat yang aku belum yakin benar dimana letaknya,
hmm di jantung ???(bukan),
di hati ???(entah),
di rusuk ???( tidak yakin),
di situ, rasanya sangat sakiitt…sakit sekali
sampai tidak tahu, dan tidak ingin menyadari diri sedang saat dimana saat itu. rasa yang bahkan otakpun tidak dapat memberikan solusi logis (khasnya).
saat itu aku merasa seperti itu.
di sebuah tempat umum, tapi cerdasnya aku saat itu. tempat itu tidak terlalu ramai, cenderung sepi, tapi masih bisa melihat orang berlalu lalang di depanku.
aku menatap bangunan didepanku, menatapnya dalam. seperti berusaha memahaminya,
bukan karena ingin tahu sebenarnya.
tetapi…karena tidak tahu lagi harus menatap ke arah mana.
bangunan itu hanya sebuah bangunan prisma segi empat setinggi 2 meter, ber cat coklat,hemmm ya . entah,,,seperti itu kira-kira..
dia ’si adik laki-laki’ itu tiba-tiba muncul (tidak..bukan dari bangunan prisma itu) melainkan dari arah kananku, dia terlihat sedikit berlari (aku menoleh karena mendengar suara kakinya),
sampai persis 1 meter di dekatku dia berhenti, berjalan, (aku masih melihat ke arahnya),
dan kemudian benar2 berhenti dan duduk di samping kananku.. diamm…
aku cepat-cepat mengalihkan pandangan lagi ke bangunan tadi. aku bisa merasakan si adik laki-laki itu melihatku (mengamatiku). tapi aku tidaak berani bertanya ” ngapain liat-liat?” ataupun ” hay, kamu kenapa tidak duduk di kiriku saja” atau pernyataan apapun yang penting atau pun tidak!!!..
karena, ,,,karena saat itu aku sedang menangis,
yaa menangis dengan bodohnya sampai membiarkan orang lain tetap melihatku dengan keadaan seperti ini.
entah kenapa, karena risih, atau karena sudah capek, atau apapun…aku berhenti, berhenti menangis,,,kemudian menoleh ke arah adik laki-laki itu (yang masih melihatku). bertatapan. ya aku tersenyum..memberikan senyumku..untuk apa..entah..tapi aku merasa seperti untuk mengucapkan terimakasih karena ia membuatku berhenti menangis( menurutku saat itu)…untuk apapunlah..aku saat itu hanya ingin tersenyum padanya… dalam hati “terimakasih, adik laki-laki”.
sekali, duakali, tiga kali sampai berapa kali.
aku selalu bertemu dengan adik laki-laki itu, di situ, di kursi di depan bangunan prisma bercat coklat.
bahkan aku seperti menjadikan “acara melihat bangunan prisma” ke dalam agenda rutinku.
sedikit catatan, ‘walaupun aku sedang tidak menangis’,
yaaa adik itu selalu datang, saat aku menangis, terkekeh-kekeh bercerita, diam, kesal, atau apapun..
yang selalu sama adalah adik laki-laki itu selalu DIAM.. ya tidak berkata, , tidak mengeluarkan suara,,diam yang benar-benar diam…dia hanya melihatku,
oh ya, adik laki-laki ku itu selalu memakai t-shirt dengan warna-warna yang aku rasa diluar warna mejikuhibiniu…..krem…hijau lumut..ungu bercampur abu-abu..warna2 anhe. lalu tingginya? tidak tahu pasti karena kami tidak pernah berdiri berjajar. yah mungkin tidak lebih tinggi dari ku sekitar 160-an cm, aku merasa yakin. ( karena itu aku menyebutnya adik, haha).
…………………………………………………………………………………………………………………………………………
titik-titik di atas untuk mewakili beberapa kata yang harusnya ada, tapi tidak dapat ditulis karena aku tidak tahu..
aku menyebutnya sebagai masa amnesia,,,
aneh , aku juga tidak tahu kenapa bisa ada masa amnesia…
sore itu (setelah sembuh dari amnesiaku), aku melakukan “acara melihat bangunan prisma”.
aku duduk di depannya, tersenyum, diam, berpikir, mengenang sesuatu, melihat ke arah kananku, menunggu, sampai kemudian tiba-tiba menitikkan air mata (tidak menangis).
kemudian bangun, dan berjalan menjauhi bangunan prisma itu.
belum jauh dari situ aku berpapasan dengan seorang laki-laki setinggi 170-an cm sepertinya seusiaku atau lebih sedikit. mengenakan T-SHIRT coklat tua+ jeans biru. kaget. melihat ke arahnya, bertatapan, kemudian berpikir,berjalan lagi…
tunggu, mata itu sangat mirip dengan mata adik laki-laki yang diam .. aku mengenalinya karena aku cuma ingat matanya tentu tidak suaranya, sama sekali!
aku berhenti dan menoleh ke belakang. laki-laki yang matanya terlihat sangat mirip dengan adik laki-laki itu berjalan ke arah 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan seusianya (seusiaku juga). terlihat bercakap-cakap. laki-laki itu tertawa hingga terlihat gigi-giginya. aku masih melihatnya. dia berbicara dengan sangat antusias pada teman-temannya. sangat antusias, kemudian teman-temannya pun tertawa. sedikit nyaring karena dari jarak 15 meterpun aku masih b,isa mendengar suaranya. hemmm suaranya.
aku kembali berbalik arah.
aku kembali berjalan, sambil berpikir sesampainya dirumah aku akan segera membuat sebuah jadwal baru di agendaku, sebuah agenda lain,
agenda untuk mengganti “acara melihat bangunan prisma”.
karena adik laki-laki itu selalu diam, sedangkan laki-laki itu berbicara bahkan tertawa.
berterimakasih untuk apapun yang pernah dihadirkan di hidupmu
_ Qha_